ESAI KAJIAN ISLAM
SEBAGAI PEMENUHAN TUGAS
SEJARAH PERADABAN ISLAM
Dosen
Pengampu : M. Endy Saputro, M.A.
Ditulis oleh
Musta’nifatul Fauziyah
(175221077)
AKS 2B
JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2017/2018
HIDUP SETELAH MATI
Sekarang ini, kita bisa mendapatkan informasi
melalui berbagai media, salah satunya melalui radio. Seperti radio DAIS yang
menyajikan informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat dari berbagai
kalangan. Radio
DAIS merupakan radio Dakwah Islam yang berada di Semarang. DAIS didirikan pada
hari Sabtu, 23 September 2006, oleh Gubernur Mardiyanto. DAIS berada di
frekuensi 107.9 FM, jarak jangkauannya sekitar radius 70 Km kota Semarang dan sekitarnya.
DAIS memiliki jargon “Terdepan dalam Dakwah dan Nada”. Beberapa program acara
radio DAIS, yaitu hiburan, pendidikan, informasi, dan layanan masyarakat.
Sedangkan
program hariannya ada banyak sekali, salah satunya adalah Jendela Hati. Jendela
Hati adalah nama program harian di radio DAIS yang tayang mulai dari pukul
05.00-06.00 WIB. Jendela Hati menyajikan beberapa dakwah Islam yang disampaikan
oleh beberapa ustadz yang sudah dterpercaya. Salah satu ustadznya adalah Ustadz
Mustaghfirin al-Purnani. Beliau adalah ustadz yang telah menyampaikan dakwah
Islam pada program Jendela Hati pada hari Minggu, 8 April 2018, dengan tema
Padang Mahsyar. Di bawah ini adalah dakwah yang telah disampaikan oleh Ustadz
Mustaghfirin al-Purnani, yang kemudian saya kembangkan sendiri.
Keadaan Manusia di Hari Akhir
Setelah
mati, manusia akan berada di dalam kubur menunggu datangnya hari kiamat tiba.
Saat hari kiamat tiba, tiupan sangkakala oleh malaikat Isrofil menyebabkan
kehancuran secara total dan makhluk yang masih hidup akan mati, tetapi makhluk yang
dikehendaki oleh Allah SWT tidak akan mati. Semuanya hancur tanpa sisa, mulai
dari langit sampai bumi seisinya.
Jasad-jasad
semua makhluk hancur, kecuali jasad para Nabi dan Rasul. Semua anggota tubuh
dan tulang hancur, kecuali tulang ekor. Kemudian Allah SWT menyatukan anggota
tubuh yang lain dari tulang ekor tersebut. Allah SWT menurunkan hujan untuk
menyatukan anggota tubuh seperti sebelumnya.
Setelah
malaikat Isrofil meniup sangkakala kembali, semua makhluk yang telah mati akan
hidup kembali. Seluruh manusia dibangkitkan dari kuburnya dan digiring menuju
Padang Mahsyar. Manusia pertama kali yang dibangkitkan dari kuburnya adalah
Nabi Muhammad SAW, kemuadian baru makhluk lainnya. Padang Mahsyar adalah tempat
berkumpulnya seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya untuk dihisab semua amal
yang telah dikerjakan ketika di dunia.
Semuanya
akan diadili dengan seadil-adilnya, yang baik akan mendapat balasan pahala, dan
yang buruk akan mendapat balasan siksa. Amal-amal mereka akan ditimbang,
dihitung, dan dibalas dengan balasan yang setimpal oleh Allah SWT. Akan
ditimbang seluruh amal perbuatan manusia, yang pernah dikerjakan dan
ditinggalkan.
Seluruh
manusia akan dikumpulkan selama empat puluh tahun di Padang Mahsyar dalam
keadaan berdiri. Meskipun sangat lama tetapi bagi kaum Muslimin, itu adalah
waktu yang sangat singkat. Semua manusia memandang langit untuk menunggu
diadili oleh Allah SWT. Pada saat itu, matahari didekatkan sejauh satu mil dari
manusia, sehingga mereka berkeringat, dan keringatnya akan menenggelamkan
mereka sesuai dengan amalan mereka ketika di dunia.
Saat
itulah segala bentuk permohonan ampun mereka kepada Allah SWT tidak akan
diterima karena semuanya sudah terlambat. Mereka sangat ketakutan dan terus
berdoa kepada Allah SWT agar diberi perlindungan dan keringanan. Tetapi apa
gunanya berdoa, bahkan Allah SWT tidak akan mengampuni mereka.
Mereka
sudah menentukan jalannya masing-masing ketika masih di dunia, jalan baik dan
buruk. Jalan baik berarti, manusia tersebut ketika masih di dunia sering
melakukan hal-hal yang positif dan baik. Biasanya orang yang seperti itu adalah
orang-orang yang mau beramal saleh, ingat akan kematian dan kehidupan setelah
di dunia, dan pastinya selalu beriman kepada Allah SWT.
Mereka
tidak hanya mementingkan kehidupan dunia atau akhirat saja, melainkan
dua-duanya, antara dunia dan akhirat seimbang. Kehidupan dunia seperti hubungan
antara manusia dengan manusia lainnya dan hubungan dengan makhluk lain yang
hidup di dunia, sedangkan untuk bekal hidup di akhirat adalah ibadah kita
kepada Allah SWT.
Sedangkan
jalan yang buruk berarti, manusia tersebut ketika masih di dunia sering
melakukan hal-hal yang negatif atau buruk. Seperti melakukan perbuatan yang
dilarang oleh Allah SWT, salah satunya adalah berbuat maksiat. Seseorang
tersebut melakukan hal-hal yang tidak berfaedah sehingga dapat merugikan diri
sendiri dan orang lain.
Dari
pada melakukan hal yang buruk, lebih baik kita berbuat kebaikan yang akan
membawa kita kepada keselamatan dunia dan akhirat serta mendapatkan pahala dari
perbuatan baik kita, misalkan mengaji. Karena dengan mengaji, kita bisa
mengatur jiwa kita dengan suasana hati yang damai. Kemudian kita akan
mendapatkan pahala dari mengaji. Membaca satu huruf saja, kita sudah
mendapatkan pahala, apalagi kalau kita membaca Al-Qur’an sampai
berlembar-lembar, pasti akan mendapatkan pahala yang banyak.
Bagi
mereka yang beramal baik akan mendapatkan ganjaran surga. Sedangkan bagi mereka
yang beramal buruk akan mendapatkan ganjaran neraka. Mudah saja apabila kita
bertakwa kepada Allah SWT, pastilah kita akan mendapatkan surga yang indah.
Tetapi sebaliknya, apabila kita selalu melakukan perbuatan yang dilarang oleh
Allah SWT, maka kita akan mendapatkan ganjaran neraka dan disiksa di dalamnya.
Keadaan Manusia di Padang Mahsyar
Manusia
dibangkitkan dari kubur dalam wujud aslinya sesuai dengan perbuatan yang mereka
perbuat selama di dunia. Misalkan, ada seseorang ketika dibangkitkan dari
kuburnya dalam keadaan tubuh yang berbau busuk melebihi bau bangkai. Wujud
seperti itulah, apabila orang tersebut ketika masih di dunia selalu melakukan
perbuatan maksiat secara sembunyi-sembunyi karena takut dilihat oleh orang
lain, tetapi dia tidak merasa takut kepada Allah SWT.
Jelas
sekali bahwa Allah SWT adalah Maha Melihat apa yang dikerjakan oleh manusia,
tetapi kenapa dia tidak takut kepada-Nya? Seharusnya dia malu, karena dia telah
diberi nikmat oleh Allah SWT nikmat yang banyak sekali, tetapi dia menggunakan
nikmat tersebut untuk berbuat maksiat. Sebagai seorang Muslim, kita harus
bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, dengan cara beribadah
kepada-Nya.
Ketika
dibangkitkan dari kuburnya, manusia dalam keadaan buta, gigi mereka memanjang
seperti tanduk, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidahnya terjulur
sampai perut. Dan perutnya turun sampai paha serta mengeluarkan kotoran. Mereka
adalah orang-orang yang sukanya meminum arak atau minuman keras. Padahal Allah
SWT telah melarang kita untuk meminum khamar karena memabukkan. Dengan meminum
khamar seseorang dapat melakukan perbuatan yang tak terduga, jadi sangat
berbahaya. Lagipula khamar adalah haram hukumnya.
Selain
itu, manusia ketika dibangkitkan dari kubur dalam wujud menyerupai keledai.
Mereka orang-orang yang tidak mau membayar zakat ketika masih di dunia.
Padahal, membayar zakat itu sama seperti kita sedekah dengan orang yang tidak
mampu atau serba kekurangan, sedekah kepada anak yatim, dan masih banyak lagi.
Jadi usahakan untuk zakat dan sedekah, berapapun nilainya tidak masalah, yang
penting kita sebagai pemberi ikhlas.
Dibangkitkan
dari kubur dalam keadaan tanpa memiliki lidah dan dari mulut mereka mengeluarkan
nanah serta darah. Yaitu bagi mereka yang tidak mau memberi kesaksian yang
benar. Jadi, mereka memberikan kesaksian palsu. Semua yang dikatakannya adalah
kesaksian palsu dan mereka cuma mengada-ada.
Dibangkitkan
dari kubur dalam keadaan tubuh yang penuh sopak dan kusta (penyakit kulit).
Mereka adalah orang-orang yang telah mendurhakai kedua orang tuanya. Betapa
sakit hatinya kedua orang tua kalau mempunyai anak yang durhaka kepada mereka.
Padahal mereka adalah orang tuanya sendiri. Bukannya membahagiakan kedua orang
tuanya, tapi mereka malah menyakiti perasaan mereka.
Kemudian,
manusia dibangkitkan dari kubur dalam keadaan wajah yang bersinar seperti bulan
purnama. Mereka orang-orang yang beramal shaleh dan banyak melakukan perbuatan
yang baik, selalu menjauhi perbuatan yang durhaka, mereka aktif shalat lima
waktu, ketika meninggal mereka dalam keadaan khusnul khatimah. Subhanallah,
mereka adalah orang-orang yang beruntung.
Seperti itulah beberapa gambaran keadaan
manusia ketika dibangkitkan dari kuburnya pada hari kiamat. Mereka bangkit dari
kubur dengan wujud yang sangat menakutkan, tetapi ada juga yang bangkit dalam
keadaan baik. Itulah akibat dari perbuatan mereka selama di dunia. Kita sebagai
seorang Muslim harus menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang, misalkan
berbuat maksiat, zina, dan lain-lain. Hindarilah hal-hal yang bisa menjerumuskan
kita ke dalam neraka, perbanyak ibadah kita dan mendekatkan diri kepada Allah
SWT.
Meskipun
begitu, nantinya akan ada golongan yang
menerima syafa’at dari Allah SWT. Golongan tersebut antara lain, remaja yang
memanfaatkan waktunya dengan pergi ke masjid dan dia selalu mementingkan untuk
shalat berjamaah. Yang kita tahu, sekarang ini banyak sekali remaja yang nakal,
bahkan dia lalai dalam shalatnya apalagi shalat berjamaah di masjid.
Sangat
jarang sekali ditemukan remaja yang mau pergi ke masjid untuk shalat berjamaah.
Mereka lebih mementingkan urusan dunia dari pada urusan akhirat. Tetapi, tidak
sedikit pula remaja-remaja yang selalu aktif dalam shalat berjamaah, seperti
anak-anak di pesantren. Mereka pastinya diajarkan untuk aktif dalam shalat
berjamaah.
Ada
golongan bagi pemimpin yang bersikap adil terhadap siapapun. Sungguh luar biasa
bagi seorang pemimpin yang mampu bersikap adil. Termasuk adil kepada
bawahannya, maupun orang lain. Apabila seorang pemimpin itu adil, pasti banyak
yang mendukung dan membantunya.
Pasangan
yang saling mencintai kemudian bertemu, saling mengenal atau ta’aruf dan
menikah karena Allah SWT. Mereka melakukan pernikahan karena menghindari fitnah
dan perzinaan. Mereka takut kepada Allah SWT dan siksa neraka yang amat pedih,
kalau saja mereka sampai berbuat zina.
Golongan
selanjutnya yaitu orang yang ikhlas ketika berinfaq. Sama halnya dengan zakat
dan sedekah, infaq juga harus dilakukan secara ikhlas. Berapapun nilai atau
nominalnya, kalau kita memberikannya secara ikhlas pasti orang yang menerimanya
akan merasa senang. Kitapun akan mendapatkan pahala yang berlimpah dan kita
akan mendapatkan gantinya yang lebih banyak.
Kemudian,
golongan orang yang mau meninggalkan zina karena dia takut kepada Allah SWT.
Sungguh luar biasanya mereka yang mau meninggalkan zina, karena zina sangat
dibenci oleh Allah SWT. Mendekati saja tidak diperbolehkan, apalagi sampai
berbuat zina.
Kita harus menjadi salah satu dari
mereka yang termasuk golongan orang-orang yang menerima syafa’at Allah SWT. Dengan
cara, kita harus beriman kepada Allah SWT, itulah cara yang paling mudah agar
kita bisa selamat dunia dan akhirat. Dengan beriman dan bertakwa, dengan
sendirinya kita bisa terhindar dari perbuatan maksiat. Sebaiknya kita melakukan
perbuatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Manusia
Digiring ke Padang Mahsyar
Semua manusia dibangkitkan dan digiring
menuju Padang Mahsyar sesuai dengan amal mereka masing-masing. Ada yang
digiring berjalan kaki dengan muka biru keruh, berkendara, dan diseret dengan
wajah mereka, matanya tidak dapat melihat, serta tidak bisa berbicara dan
mendengar. Sungguh peristiwa yang menakutkan.
Kita sebagai seorang Muslim tidak boleh
takut akan hal tersebut, karena kita harus siap menerima segala hal yang sudah
ditakdirkan oleh Allah SWT kepada kita. Manusia pasti akan merasakan kematian
dan akan berakhir di surga ataupun di neraka. Tetapi kita tidak akan pernah
tahu kehidupan kita selanjutnya seperti apa, yang paling penting kita harus
siap setiap saat.
Digiring dengan berjalan kaki dengan
muka biru keruh, berarti dia meninggal dalam keadaan masih memiliki dosa, dan
dia belum sempat untuk bertaubat sebelum meninggal. Memang beberapa orang
apabila disuruh untuk bertaubat dia selalu bilang nanti saja. Padahal kita
tidak pernah tahu kapan kita akan diambil oleh Allah SWT. Mungkin hari ini,
besok atau beberapa minggu lagi, beberapa bulan lagi, tidak pernah ada yang
tahu. Kematian tidak tergantung dengan usia seseorang. Mulai dari balita,
remaja, dewasa, sudah tua, bahkan yang masih di dalam kandungan, bisa meninggal
kapan saja.
Digiring dengan berkendara, yaitu bagi
orang-orang yang bertakwa. Merekalah orang-orang yang beruntung. Sebab, ketika
masih di dunia mereka selalu beribadah kepada Allah SWT, ingat akan keesaan
Allah SWT, dan pastinya mereka beriman kepada Allah SWT. Mereka pantas
mendapatkan surga Allah SWT dan menikmati segala kenikmatannya.
Ada pula yang digiring dengan berjalan
menggunakan wajah mereka, matanya tidak dapat melihat, serta tidak dapat
berbicara dan mendengar. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa menggunakan
mata, lidah serta telinganya untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Mereka
menggunakannya untuk hal-hal yang maksiat.
Maka dari itu kita harus menggunakan
mata, lidah dan telinga kita untuk hal-hal yang positif. Bukan hanya mata,
lidah dan telinga saja, tetapi seluruh anggota tubuh kita. Harus digunakan
untuk perbuatan baik hanya karena Allah SWT. Karena seluruh anggota tubuh kita
merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi jangan menyia-nyiakan
nikmat Allah SWT ini.
Bukan hanya itu saja, semua yang ada di
bumi ini adalah nikmat dari Allah SWT. Jadi, kita harus menjaganya bukan
merusaknya. Banyak sekali orang-orang yang merusak lingkungan, sehingga
menimbulkan bencana. Bencana tersebut sesungguhnya tanda peringatan dari Allah
SWT agar kita ingat bahwa bumi seisinya ini adalah milik Allah SWT. Jadi, kita
diperintahkan untuk menjaganya dengan sebaik-baiknya.
Kita bisa mengungkapkan rasa syukur kita
atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita dengan beribadah
kepada-Nya, mengingat Allah SWT, kapanpun dan di manapun kita berada. Allah SWT
akan memberikan surga-Nya kepada orang-orang yang bertakwa. Jadi, semoga kita
termasuk orang-orang penghuni surga.
Maka dari itu, marilah kita mencari
pahala yang banyak untuk bekal di akhirat kita. Ingat, hidup di dunia hanya
sementara bukan selamanya. Kita pastinya akan kembali kepada Allah SWT. Maka,
sebelum kembali kita harus mencari bekal yang banyak untuk kehidupan kita
selanjutnya. Bekal berupa ibadah dan pahala kita. Jika kita bertakwa kepada
Allah SWT, kita akan berada di surga untuk selamnanya. Tetapi jika tidak, kita
akan berada di dalam neraka dan disiksa dengan siksaan yang amat pedih.
Sekarang ini, banyak sekali orang yang
menyepelekan tentang hari akhir, mengapa demikian? Bisa kita lihat di
sekeliling kita, banyak sekali orang yang lalai dengan ibadahnya karena mereka
hanya mengejar dunia saja. Padahal sebenarnya mereka Islam, tetapi perbuatan
mereka tidak mencerminkan bahwa mereka Islam. Misalkan shalat, mereka tahu
bahwa shalat adalah suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh umat Muslim, tetapi
masih ada yang lalai karena urusan dunia. Seharusnya sebagai seorang Muslim,
kita harus melaksanakan kewajiban kita kepada Allah SWT. Bukan hanya untuk
urusan dunia atau akhirat saja, tetapi dua-duanya harus dilaksanakan dengan
adil, sehingga akan seimbang antara urusan dunia dan akhirat.

