Sabtu, 28 April 2018

HIDUP SETELAH MATI

ESAI KAJIAN ISLAM
SEBAGAI PEMENUHAN TUGAS
SEJARAH PERADABAN ISLAM
Dosen Pengampu : M. Endy Saputro, M.A.



Ditulis oleh

 Musta’nifatul Fauziyah
(175221077)





AKS 2B
JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2017/2018






HIDUP SETELAH MATI


Sekarang ini, kita bisa mendapatkan informasi melalui berbagai media, salah satunya melalui radio. Seperti radio DAIS yang menyajikan informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat dari berbagai kalangan. Radio DAIS merupakan radio Dakwah Islam yang berada di Semarang. DAIS didirikan pada hari Sabtu, 23 September 2006, oleh Gubernur Mardiyanto. DAIS berada di frekuensi 107.9 FM, jarak jangkauannya sekitar radius 70 Km kota Semarang dan sekitarnya. DAIS memiliki jargon “Terdepan dalam Dakwah dan Nada”. Beberapa program acara radio DAIS, yaitu hiburan, pendidikan, informasi, dan layanan masyarakat.
Sedangkan program hariannya ada banyak sekali, salah satunya adalah Jendela Hati. Jendela Hati adalah nama program harian di radio DAIS yang tayang mulai dari pukul 05.00-06.00 WIB. Jendela Hati menyajikan beberapa dakwah Islam yang disampaikan oleh beberapa ustadz yang sudah dterpercaya. Salah satu ustadznya adalah Ustadz Mustaghfirin al-Purnani. Beliau adalah ustadz yang telah menyampaikan dakwah Islam pada program Jendela Hati pada hari Minggu, 8 April 2018, dengan tema Padang Mahsyar. Di bawah ini adalah dakwah yang telah disampaikan oleh Ustadz Mustaghfirin al-Purnani, yang kemudian saya kembangkan sendiri.

Keadaan Manusia di Hari Akhir
Setelah mati, manusia akan berada di dalam kubur menunggu datangnya hari kiamat tiba. Saat hari kiamat tiba, tiupan sangkakala oleh malaikat Isrofil menyebabkan kehancuran secara total dan makhluk yang masih hidup akan mati, tetapi makhluk yang dikehendaki oleh Allah SWT tidak akan mati. Semuanya hancur tanpa sisa, mulai dari langit sampai bumi seisinya.
Jasad-jasad semua makhluk hancur, kecuali jasad para Nabi dan Rasul. Semua anggota tubuh dan tulang hancur, kecuali tulang ekor. Kemudian Allah SWT menyatukan anggota tubuh yang lain dari tulang ekor tersebut. Allah SWT menurunkan hujan untuk menyatukan anggota tubuh seperti sebelumnya.
Setelah malaikat Isrofil meniup sangkakala kembali, semua makhluk yang telah mati akan hidup kembali. Seluruh manusia dibangkitkan dari kuburnya dan digiring menuju Padang Mahsyar. Manusia pertama kali yang dibangkitkan dari kuburnya adalah Nabi Muhammad SAW, kemuadian baru makhluk lainnya. Padang Mahsyar adalah tempat berkumpulnya seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya untuk dihisab semua amal yang telah dikerjakan ketika di dunia.
Semuanya akan diadili dengan seadil-adilnya, yang baik akan mendapat balasan pahala, dan yang buruk akan mendapat balasan siksa. Amal-amal mereka akan ditimbang, dihitung, dan dibalas dengan balasan yang setimpal oleh Allah SWT. Akan ditimbang seluruh amal perbuatan manusia, yang pernah dikerjakan dan ditinggalkan.
Seluruh manusia akan dikumpulkan selama empat puluh tahun di Padang Mahsyar dalam keadaan berdiri. Meskipun sangat lama tetapi bagi kaum Muslimin, itu adalah waktu yang sangat singkat. Semua manusia memandang langit untuk menunggu diadili oleh Allah SWT. Pada saat itu, matahari didekatkan sejauh satu mil dari manusia, sehingga mereka berkeringat, dan keringatnya akan menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan mereka ketika di dunia.
Saat itulah segala bentuk permohonan ampun mereka kepada Allah SWT tidak akan diterima karena semuanya sudah terlambat. Mereka sangat ketakutan dan terus berdoa kepada Allah SWT agar diberi perlindungan dan keringanan. Tetapi apa gunanya berdoa, bahkan Allah SWT tidak akan mengampuni mereka.
Mereka sudah menentukan jalannya masing-masing ketika masih di dunia, jalan baik dan buruk. Jalan baik berarti, manusia tersebut ketika masih di dunia sering melakukan hal-hal yang positif dan baik. Biasanya orang yang seperti itu adalah orang-orang yang mau beramal saleh, ingat akan kematian dan kehidupan setelah di dunia, dan pastinya selalu beriman kepada Allah SWT.
Mereka tidak hanya mementingkan kehidupan dunia atau akhirat saja, melainkan dua-duanya, antara dunia dan akhirat seimbang. Kehidupan dunia seperti hubungan antara manusia dengan manusia lainnya dan hubungan dengan makhluk lain yang hidup di dunia, sedangkan untuk bekal hidup di akhirat adalah ibadah kita kepada Allah SWT.
Sedangkan jalan yang buruk berarti, manusia tersebut ketika masih di dunia sering melakukan hal-hal yang negatif atau buruk. Seperti melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, salah satunya adalah berbuat maksiat. Seseorang tersebut melakukan hal-hal yang tidak berfaedah sehingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dari pada melakukan hal yang buruk, lebih baik kita berbuat kebaikan yang akan membawa kita kepada keselamatan dunia dan akhirat serta mendapatkan pahala dari perbuatan baik kita, misalkan mengaji. Karena dengan mengaji, kita bisa mengatur jiwa kita dengan suasana hati yang damai. Kemudian kita akan mendapatkan pahala dari mengaji. Membaca satu huruf saja, kita sudah mendapatkan pahala, apalagi kalau kita membaca Al-Qur’an sampai berlembar-lembar, pasti akan mendapatkan pahala yang banyak.
Bagi mereka yang beramal baik akan mendapatkan ganjaran surga. Sedangkan bagi mereka yang beramal buruk akan mendapatkan ganjaran neraka. Mudah saja apabila kita bertakwa kepada Allah SWT, pastilah kita akan mendapatkan surga yang indah. Tetapi sebaliknya, apabila kita selalu melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, maka kita akan mendapatkan ganjaran neraka dan disiksa di dalamnya.

Keadaan Manusia di Padang Mahsyar
Manusia dibangkitkan dari kubur dalam wujud aslinya sesuai dengan perbuatan yang mereka perbuat selama di dunia. Misalkan, ada seseorang ketika dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan tubuh yang berbau busuk melebihi bau bangkai. Wujud seperti itulah, apabila orang tersebut ketika masih di dunia selalu melakukan perbuatan maksiat secara sembunyi-sembunyi karena takut dilihat oleh orang lain, tetapi dia tidak merasa takut kepada Allah SWT.
Jelas sekali bahwa Allah SWT adalah Maha Melihat apa yang dikerjakan oleh manusia, tetapi kenapa dia tidak takut kepada-Nya? Seharusnya dia malu, karena dia telah diberi nikmat oleh Allah SWT nikmat yang banyak sekali, tetapi dia menggunakan nikmat tersebut untuk berbuat maksiat. Sebagai seorang Muslim, kita harus bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, dengan cara beribadah kepada-Nya.
Ketika dibangkitkan dari kuburnya, manusia dalam keadaan buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidahnya terjulur sampai perut. Dan perutnya turun sampai paha serta mengeluarkan kotoran. Mereka adalah orang-orang yang sukanya meminum arak atau minuman keras. Padahal Allah SWT telah melarang kita untuk meminum khamar karena memabukkan. Dengan meminum khamar seseorang dapat melakukan perbuatan yang tak terduga, jadi sangat berbahaya. Lagipula khamar adalah haram hukumnya.
Selain itu, manusia ketika dibangkitkan dari kubur dalam wujud menyerupai keledai. Mereka orang-orang yang tidak mau membayar zakat ketika masih di dunia. Padahal, membayar zakat itu sama seperti kita sedekah dengan orang yang tidak mampu atau serba kekurangan, sedekah kepada anak yatim, dan masih banyak lagi. Jadi usahakan untuk zakat dan sedekah, berapapun nilainya tidak masalah, yang penting kita sebagai pemberi ikhlas.
Dibangkitkan dari kubur dalam keadaan tanpa memiliki lidah dan dari mulut mereka mengeluarkan nanah serta darah. Yaitu bagi mereka yang tidak mau memberi kesaksian yang benar. Jadi, mereka memberikan kesaksian palsu. Semua yang dikatakannya adalah kesaksian palsu dan mereka cuma mengada-ada.
Dibangkitkan dari kubur dalam keadaan tubuh yang penuh sopak dan kusta (penyakit kulit). Mereka adalah orang-orang yang telah mendurhakai kedua orang tuanya. Betapa sakit hatinya kedua orang tua kalau mempunyai anak yang durhaka kepada mereka. Padahal mereka adalah orang tuanya sendiri. Bukannya membahagiakan kedua orang tuanya, tapi mereka malah menyakiti perasaan mereka.
Kemudian, manusia dibangkitkan dari kubur dalam keadaan wajah yang bersinar seperti bulan purnama. Mereka orang-orang yang beramal shaleh dan banyak melakukan perbuatan yang baik, selalu menjauhi perbuatan yang durhaka, mereka aktif shalat lima waktu, ketika meninggal mereka dalam keadaan khusnul khatimah. Subhanallah, mereka adalah orang-orang yang beruntung.
Seperti itulah beberapa gambaran keadaan manusia ketika dibangkitkan dari kuburnya pada hari kiamat. Mereka bangkit dari kubur dengan wujud yang sangat menakutkan, tetapi ada juga yang bangkit dalam keadaan baik. Itulah akibat dari perbuatan mereka selama di dunia. Kita sebagai seorang Muslim harus menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang, misalkan berbuat maksiat, zina, dan lain-lain. Hindarilah hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka, perbanyak ibadah kita dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Meskipun begitu,  nantinya akan ada golongan yang menerima syafa’at dari Allah SWT. Golongan tersebut antara lain, remaja yang memanfaatkan waktunya dengan pergi ke masjid dan dia selalu mementingkan untuk shalat berjamaah. Yang kita tahu, sekarang ini banyak sekali remaja yang nakal, bahkan dia lalai dalam shalatnya apalagi shalat berjamaah di masjid.
Sangat jarang sekali ditemukan remaja yang mau pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Mereka lebih mementingkan urusan dunia dari pada urusan akhirat. Tetapi, tidak sedikit pula remaja-remaja yang selalu aktif dalam shalat berjamaah, seperti anak-anak di pesantren. Mereka pastinya diajarkan untuk aktif dalam shalat berjamaah.
Ada golongan bagi pemimpin yang bersikap adil terhadap siapapun. Sungguh luar biasa bagi seorang pemimpin yang mampu bersikap adil. Termasuk adil kepada bawahannya, maupun orang lain. Apabila seorang pemimpin itu adil, pasti banyak yang mendukung dan membantunya.
Pasangan yang saling mencintai kemudian bertemu, saling mengenal atau ta’aruf dan menikah karena Allah SWT. Mereka melakukan pernikahan karena menghindari fitnah dan perzinaan. Mereka takut kepada Allah SWT dan siksa neraka yang amat pedih, kalau saja mereka sampai berbuat zina.
Golongan selanjutnya yaitu orang yang ikhlas ketika berinfaq. Sama halnya dengan zakat dan sedekah, infaq juga harus dilakukan secara ikhlas. Berapapun nilai atau nominalnya, kalau kita memberikannya secara ikhlas pasti orang yang menerimanya akan merasa senang. Kitapun akan mendapatkan pahala yang berlimpah dan kita akan mendapatkan gantinya yang lebih banyak.
Kemudian, golongan orang yang mau meninggalkan zina karena dia takut kepada Allah SWT. Sungguh luar biasanya mereka yang mau meninggalkan zina, karena zina sangat dibenci oleh Allah SWT. Mendekati saja tidak diperbolehkan, apalagi sampai berbuat zina.
Kita harus menjadi salah satu dari mereka yang termasuk golongan orang-orang yang menerima syafa’at Allah SWT. Dengan cara, kita harus beriman kepada Allah SWT, itulah cara yang paling mudah agar kita bisa selamat dunia dan akhirat. Dengan beriman dan bertakwa, dengan sendirinya kita bisa terhindar dari perbuatan maksiat. Sebaiknya kita melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Manusia Digiring ke Padang Mahsyar
Semua manusia dibangkitkan dan digiring menuju Padang Mahsyar sesuai dengan amal mereka masing-masing. Ada yang digiring berjalan kaki dengan muka biru keruh, berkendara, dan diseret dengan wajah mereka, matanya tidak dapat melihat, serta tidak bisa berbicara dan mendengar. Sungguh peristiwa yang menakutkan.
Kita sebagai seorang Muslim tidak boleh takut akan hal tersebut, karena kita harus siap menerima segala hal yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT kepada kita. Manusia pasti akan merasakan kematian dan akan berakhir di surga ataupun di neraka. Tetapi kita tidak akan pernah tahu kehidupan kita selanjutnya seperti apa, yang paling penting kita harus siap setiap saat.
Digiring dengan berjalan kaki dengan muka biru keruh, berarti dia meninggal dalam keadaan masih memiliki dosa, dan dia belum sempat untuk bertaubat sebelum meninggal. Memang beberapa orang apabila disuruh untuk bertaubat dia selalu bilang nanti saja. Padahal kita tidak pernah tahu kapan kita akan diambil oleh Allah SWT. Mungkin hari ini, besok atau beberapa minggu lagi, beberapa bulan lagi, tidak pernah ada yang tahu. Kematian tidak tergantung dengan usia seseorang. Mulai dari balita, remaja, dewasa, sudah tua, bahkan yang masih di dalam kandungan, bisa meninggal kapan saja.
Digiring dengan berkendara, yaitu bagi orang-orang yang bertakwa. Merekalah orang-orang yang beruntung. Sebab, ketika masih di dunia mereka selalu beribadah kepada Allah SWT, ingat akan keesaan Allah SWT, dan pastinya mereka beriman kepada Allah SWT. Mereka pantas mendapatkan surga Allah SWT dan menikmati segala kenikmatannya.
Ada pula yang digiring dengan berjalan menggunakan wajah mereka, matanya tidak dapat melihat, serta tidak dapat berbicara dan mendengar. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa menggunakan mata, lidah serta telinganya untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Mereka menggunakannya untuk hal-hal yang maksiat.
Maka dari itu kita harus menggunakan mata, lidah dan telinga kita untuk hal-hal yang positif. Bukan hanya mata, lidah dan telinga saja, tetapi seluruh anggota tubuh kita. Harus digunakan untuk perbuatan baik hanya karena Allah SWT. Karena seluruh anggota tubuh kita merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi jangan menyia-nyiakan nikmat Allah SWT ini.
Bukan hanya itu saja, semua yang ada di bumi ini adalah nikmat dari Allah SWT. Jadi, kita harus menjaganya bukan merusaknya. Banyak sekali orang-orang yang merusak lingkungan, sehingga menimbulkan bencana. Bencana tersebut sesungguhnya tanda peringatan dari Allah SWT agar kita ingat bahwa bumi seisinya ini adalah milik Allah SWT. Jadi, kita diperintahkan untuk menjaganya dengan sebaik-baiknya.
Kita bisa mengungkapkan rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita dengan beribadah kepada-Nya, mengingat Allah SWT, kapanpun dan di manapun kita berada. Allah SWT akan memberikan surga-Nya kepada orang-orang yang bertakwa. Jadi, semoga kita termasuk orang-orang penghuni surga.
Maka dari itu, marilah kita mencari pahala yang banyak untuk bekal di akhirat kita. Ingat, hidup di dunia hanya sementara bukan selamanya. Kita pastinya akan kembali kepada Allah SWT. Maka, sebelum kembali kita harus mencari bekal yang banyak untuk kehidupan kita selanjutnya. Bekal berupa ibadah dan pahala kita. Jika kita bertakwa kepada Allah SWT, kita akan berada di surga untuk selamnanya. Tetapi jika tidak, kita akan berada di dalam neraka dan disiksa dengan siksaan yang amat pedih.
Sekarang ini, banyak sekali orang yang menyepelekan tentang hari akhir, mengapa demikian? Bisa kita lihat di sekeliling kita, banyak sekali orang yang lalai dengan ibadahnya karena mereka hanya mengejar dunia saja. Padahal sebenarnya mereka Islam, tetapi perbuatan mereka tidak mencerminkan bahwa mereka Islam. Misalkan shalat, mereka tahu bahwa shalat adalah suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh umat Muslim, tetapi masih ada yang lalai karena urusan dunia. Seharusnya sebagai seorang Muslim, kita harus melaksanakan kewajiban kita kepada Allah SWT. Bukan hanya untuk urusan dunia atau akhirat saja, tetapi dua-duanya harus dilaksanakan dengan adil, sehingga akan seimbang antara urusan dunia dan akhirat.



   

HIDUP SETELAH MATI